Inovasi Pertanian Berkelanjutan: Workshop Pemanfaatan Mikroorganisme Hutan Pinus oleh HIMAGRO UMSIDA

Sidoarjo (22/07/2024)– Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) mengadakan Workshop Penelitian dan Pengembangan Mikroorganisme dengan tema “Pemanfaatan Mikroorganisme Hutan Pinus untuk Pertanian Berkelanjutan“. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 14-15 Juni 2024 dan dihadiri oleh beberapa mahasiswa dan dosen Prodi Agroteknologi

Workshop dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 14 Juni 2024 dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Abdullah Fahmi, yang menyampaikan pentingnya penelitian ini untuk mendukung pertanian berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana mikroorganisme dari hutan pinus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian,” ujar Abdullah.

Ketua Umum HIMAGRO UMSIDA, Wahyu Eryan Winata, juga memberikan sambutan yang menekankan peran mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pertanian. “Melalui workshop ini, kita bisa belajar langsung dari para ahli dan mendapatkan pengalaman praktis yang sangat berharga,” kata Wahyu.

Acara ini menghadirkan pemateri utama, Ir. Sutarman, M.P., dan Dr. yang merupakan pakar di bidang mikrobiologi pertanian. Mereka memberikan materi mengenai jenis-jenis mikroorganisme yang terdapat di hutan pinus dan potensinya dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Selain itu, peserta juga diberikan pengetahuan tentang teknik isolasi dan aplikasi mikroorganisme dalam pertanian.

Agenda selanjutnya yaitu hari Sabtu, 15 Juni 2024 dilakukannya pengambilan sampel tanah di Puthuk Siwur, Dusun Mligi, Claket, Kec. Pacet, Kabupaten Mojokerto. Pengambilan sampel ini bertujuan untuk mengidentifikasi mikroorganisme yang ada di tanah hutan pinus dan menganalisis potensinya. Setelah pengambilan sampel tanah, beberapa peserta melanjutkan pendakian ke puncak untuk melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan dengan mengumpulkan sampah-sampah yang ada di sekitar area tersebut.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis tentang penelitian mikroorganisme, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. “Dengan menjaga kebersihan lingkungan, kita juga mendukung keberlanjutan ekosistem hutan pinus yang merupakan sumber mikroorganisme yang kita teliti,” tambah Abdullah.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan mikroorganisme hutan pinus dalam pertanian. Hasil penelitian ini nantinya akan dipublikasikan dan dapat digunakan sebagai referensi bagi para peneliti dan praktisi di bidang pertanian.

#SalamPertanian
#HimagroBisa
#PertanianJaya